Jika membicarakan otak tak akan ada habisnya, otak pada hakekatnya adalah pusat sistem saraf yang juga merupakan pusat pengaturan seluruh badan dan pemikiran. Dan sekarang telah ditemukan alat-alat canggih seperti MRI, PET, SPECT sehingga para ilmuwan dapat melihat otak dalam keadaan hidup. Dan dengan alat itu mereka bisa melihat sampai ke tingkat sel-sel otak karena alat-alat tersebut bisa melihat ketipisan hingga 1/1000 tipisnya rambut manusia.
Dan taukah anda, bahwa otak bayi yang baru lahir memiliki 1.000.000.000.000 sel otak. Ini berarti di dalam kepala bayi terdapat neuron/sel otak sebanyak 166 kali lipat jumlah manusia yang tinggal di planet bumi ini.
Sedangkan dalam setiap otak manusia dewasa terdapat 100 milyar “Neuron”, dimana satu sel neuron terhubung dengan neuron-neuron lainnya melalui connector yang disebut Dendrite dan Axon. Sel neuron akan menerima informasi dari sel neuron lain melalui dendrite ini, dan untuk meneruskan informasi yang diterimanya ke sel neuron berikutnya lagi melalui axon Terminal.
Terlihat pada gambar, dua connector ini menerima dan mengirimkan sinyal dalam bentuk electrical impulse dari satu sel ke sel neuron lain. Lokasi pertemuan ini disebut Synapse.
Sedangkan pada setiap neuron terdapat 10 juta “Dendrit Branches”, selanjutnya pada setiap dendrite branch terdapat 100 juta “Dendrite Spines”. Pada setiap dendrite spine ini tumbuhlah yang disebut DSP (Dendrite Spiny Protuberance) dan setiap Dendrite Spin bisa menghasilkan DSP hingga tak terhitung. DSP inilah yang menentukan kecerdasan manusia.
Pada tahun 1972 ilmuwan Rusia dalam penelitiannya menyatakan bahwa yang mempengaruhi kecerdasan seseorang bukanlah banyaknya sel otak tetapi dia juga belum tahu apa yang menyebabkannya. Hal ini tentu saja mengagetkan setiap orang karena selama ini pengetahuan menyatakan bahwa yang menentukan kecerdasan seseorang adalah banyaknya sel otak, orang jenius seperti Albert Einstein mempunyai sel otak 20% lebih banyak dibandingkan orang biasa. Dan sekarang tiba-tiba ada seorang ilmuwan yang mengatakan hal lain yang bertolak belakang dan akan merubah total paradigma yang selama ini mereka pegang. Tetapi setelah 30 tahun kemudian, ilmuwan Rusia itu telah membuktikannya. Ia menyatakan bahwa yang menentukan kecerdasan adalah sesuatu yang diberi nama Dendrite Spiny Protuberance (DSP). Dan dapat dilihat dengan jelas bahwa ketika manusia mempelajari sesuatu hal baru maka akan tercipta ikatan-ikatan DSP baru. Sungguh begitu menakjubkan dan menggembirakan bahwa ikatan-ikatan DSP ini terbentuk tidak hanya pada anak kecil atau remaja saja, tetapi bisa terbentuk pada setiap orang berapapun umurnya. Jadi selama manusia hidup, otak akan selalu menghasilkan ikatan-ikatan DSP baru jika mereka mempelajari sesuatu hal yang baru pula.
Misalkan kita ambil angka 100 triliun DSP per Dendrite Spin maka kapasitas otak kita untuk mempelajari hal baru sebanyak 1 ditambah angka 0 dibelakangnya sepanjang 6.2 mil setara dengan jarak bumi-bulan 12x pulang pergi. Inilah kapasitas otak kita yang tak terbatas. Dan apakah itu sudah kita gunakan semaksimal mungkin? Berdasarkan penelitian menyimpulkan bahwa manusia hanya menggunakan beberapa persen saja kapasitas otak. Rata-rata manusia normal menggunakan 3% kapasitas otaknya dan orang jenius menggunakan 4% saja.
Otak mempunyai limbic system, yang merupakan bagian otak primitif mengontrol emosi, koordinasi gerakan dan instinct. Dan juga terdapat cerebral cortex yaitu bagian otak yang hanya terdapat pada manusia yang dapat menggunakan kata-kata, angka, dan memecahkan masalah. Sehingga limbic system dan cerebral cortex menjadi satu kesatuan di dalam otak yang mempengaruhi perilaku manusia. Tidak hanya manusia saja, semua binatang seperti serangga, amfibi, ikan juga mempunyai otak yang sama dengan kita. Hanya saja jumlahnya lebih sedikit.
Seekor lebah mempunyai sel otak kurang dari 1.000.000 (1/1.000.000 jumlah yang dimiliki manusia). Dan dengan kapasitas otak tersebut, seeokor lebah bisa terbang, berkelahi, melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba, menyentuh, membangun rumah, mengendalikan suhu, menghitung, melindungi, kemampuan bernavigasi, berjalan, berlari, mengingat, bermain, mengasuh, berkembangbiak, bekerja secara konstruktif dan kooperatif dalam sebuah komunitas. Jika dibandingkan dengan seekor lebah, dengan kapasitas otak seperti itu lebah bisa melakukan hal-hal tersebut. Sekarang apakah kita bisa melakukan hal yang lebih dari lebah, seharusnya iya dan sangat lebih.
Dan telah kita ketahui, bahwa yang menentukan kecerdasan bukanlah sel otak. Padahal dengan sel otak saja kita sudah memiliki kapasitas yang jauh lebih dari sekedar jenius. Namun, kecerdasan ditentukan oleh jumlah DSP atau interkoneksi. Jumlah interkoneksi ini selain ditentukan oleh seberapa banyak kita mempelajari sesuatu juga ditentukan oleh mutu yang sangat baik dari Makanan Otak. Dan apakah makanan otak itu? Makanan otak kita adalah Oksigen, nutrisi, kasih sayang serta informasi.
Otak memiliki keistimewaan tersendiri. Tinggal bagaimana cara memaksimalkan otak tersebut agar terjadi perkembangan intelektual serta dapat sekreatif mungkin otak itu berkembang.
Sumber:http://www.otakunggul.com/tentang-otak-unggul/pengetahuan-otak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar