Bahaya Seks Bebas
Pada umumnya mereka yang terlibat perilaku seks bebas ini adalah para remaja dan dewasa muda. Hal ini sebagai akibat pengaruh budaya barat dengan dalih hak-hak asasi manusia, di samping itu masyarakat kita sudah bercorak permisif. Nilai-nilai moral, etika, agama sudah tidak dianut, belum lagi provokasi dari pornografi dan NAZA (Narkoba, Alkohol dan Zat Adiktif) semakin membuat perilaku seks bebas menjadi-jadi. Berikut ini adalah penyakit yang dapat timbulkan akibat hubungan seks bebas, salah satunya adalah penyakit infeksi menular seksual ( IMS ).

penyakit infeksi menular seksual ( IMS ) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman ( virus, bakteri, jamur, parasit ) dan terutama ditularkan melalui hubungan seksual, baik seks vaginal, seks oral, seks anal ( anus ) , dari pengidap kepada pasangannya. IMS tidak menular melalui WC, kolam renang, bersalaman, memakai handuk yang sama dsbnya.

Walaupun IMS dikenal sebagai penyakit kelamin, namun bukan berarti penyakit tersebut hanya dapat terjadi dan terlihat akibatnya pada alat kelamin. Tanda-tanda IMS dapat juga terlihat di mata, tenggorokan, mulut, saluran pencernaan, hati, bahkan otak, dan organ tubuh lainnya. Seperti contohnya adalah HIV/AIDS, alat kelamin terlihat sehat, namun gejala penurunan kekebalan tubuh dapat terlihat di beberapa organ tubuh penderita HIV/AIDS, dan singkat kata orang tersebut telah membawa bibit penyakit.

Dahulu jenis penyakit ini terdiri dari 5 jenis IMS yakni gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), ulkus mole, limfogranuloma inguinale (bungkul) dan granuloma inguinale. Namun, dengan semakin majunya zaman dan teknologi kedokteran, penelitian pun berkembang, di akhir abad 20-an ditemukan bahwa ketika sepasang orang melakukan hubungan seksual, dapat terjadi infeksi lebih dari 20 kuman. Sehingga muncullah istilah Penyakit Menular Seksual (PMS), dan kemudian diistilahkan IMS karena kumpulan penyakit tersebut adalah akibat dari infeksi. Setelah terinfeksi penyakit tersebut, gejala tidak langsung terlihat, terdapat tenggang waktu, yang disebut masa tunas. Masa tunas ini bervariasi sesuai dengan jenis IMS. Namun ada beberapa jenis IMS yang tidak menimbulkan gejala (asimptomatik).

Gejala IMS

1. Ada cairan yang tidak seperti biasanya yang keluar dari alat kelamin atau anus
2. Rasa panas atau nyeri saat buang air atau berhubungan seks.
3. Ada tanda di / atau sekitar alat kelamin, mulut, dan unus seperti melepuh : melepuh, lecet, kutil, bercak-bercak dan / atau pembengkakan.
4. khusus pada wanita juga bisa timbil keputihan yang berlebihan, gatal-gatal di daerah kemaluan dan nyeri panggul.

Jenis-jenis IMS antara lain adalah raja singa ( sifilis ), kencing nanah ( gonore ), jengger ayam ( Kutil kelamin ), herpes kelamin, HIV-AIDS.

Raja singa ( sifilis )

Jenis IMS dapat diobati

Disebabkan oleh Treponema palladium, yaitu sebuah bakteri yang berbentuk spiral atau disebut dengan spirochete. Menyerang usia 20-35 tahun, lebih lazim di perkotaan. Dilaporkan bahwa jumlah kasus Sifilis meningkat di Negara industry dihubungkan dengan penggunaan Narkoba dan pelacuran. Penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka di kulit yang bernanah atau membengkak dengan selaput lendir atau dengan cairan tubuh seperti air mani, darah, dan cairan vagina selama melakukan senggama. Sedangkan, untuk penularan melalui oral seks dapat terjadi jika pada mulut orang yang berkontak dengan genitalia terdapat sobekan luka sehingga virus dan bakteri dapat masuk ke dalamnya.

Transfusi darah pada donor yang berada dalam tahap awal infeksi Sifilis dapat menyebabkan penularan. Selain itu ibu yang hamil dan terinfeksi Sifilis pun dapat menulari bayi yang dikandungnya. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian bayi saat dilahirkan di daerah endermis.
Masa Tunas : 1-4 Minggu
Gejala Umum : Bintil-bintil berair seperti cacar disertai timbulnya luka yang tidak terasa nyeri di sekitar kelamin yang dikenal sebagai chancre. Umumnya di tempat hubungan pertama kali terjadi (penis, leher rahim, dubur, dinding belakang kerongkongan/faring). Biasanya sembuh tanpa diobati, tetapi bakteri sifilis tetap ada dalam tubuh.
Gejala Khusus : Setelah beberapa waktu, kuman kemudian memasuki darah, dalam waktu 1-3 bulan muncul tahap kedua. Pada tahap ini ditandai dengan munculnya ruam yang menyebar pada kulit, termasuk pada telapak tangan dan kaki, selain itu dapat juga terjadi pembengkakan kelenjar; pasien mungkin mengalami gejala serupa flu. Setelah masa laten selama 5-20 tahun dengan sedikit atau tanpa gejala, Sifilis pada stadium lanjut dapat merusak organ tubuh termasuk jantung dan mata yang mungkin dapat mengakibatkan kebutaan dan demensia. Selain itu Sifilis juga menyerang susunan saraf pusat atau sistem kardiovaskular, yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian muda. Pengobatan yang baku untuk sifilis awal adalah suntikan penisilin benzatin satu kali.

Kencing nanah ( gonore )

Jenis IMS dapat diobati

Epidemiologi : Disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhea. Menyerang laki-laki maupun perempuan, terutama kelompok dewasa muda di seluruh dunia. Pasien yang tidak diobati selama berbulan-bulan bisa menulari orang lain. Umumnya orang yang terkena Gonore juga terkena Klamidia secara bersamaan.
Masa Tunas : Gonore akan menimbulkan gejala umum atau khusus setelah terinfeksi selama 2-7 hari
Gejala Umum : Nyeri, gatal, panas saat kencing.
Gejala Khusus : Pada laki-laki dan perempuan gejala ini bisa tanpa gejala, namun umumnya baik perempuan maupun laki-laki gejala yang umum terjadi adalah tampak cairan berupa nanah kental pada kemaluan, atau ada perasaan tidak enak ketika pembuangan air kecil. Bila melakukan seks anal maka akan keluar cairan yang sama dari dubur. Jika melakukan oral seks (melalui mulut) maka Gonore akan menginfeksi kerongkongan.

Infeksi kronis yang umum terjadi dari Gonore ini adalah kemandulan. Bayi yang baru lahir dan terinfeksi Gonore akan menunjukkan gejala seperti: mata merah dan bengkak. Dalam kurun waktu 1-5 hari setelah kelahiran, mata itu akan mengeluarkan cairan yang kental. Apabila tidak ditindak lanjuti, maka akan terjadi kebutaan pada si bayi.
Jenis tes: melakukan pemeriksaan nanah dengan pemeriksaan gramstrain atau dengan cara pembiakan.

Jengger ayam( kutil kelamin)

Jenis IMS tidak dapat diobati

Jenis IMS : tidak dapat diobati
Epidemiologi : Infeksi ini disebabkan oleh virus papilloma pada manusia. Kutil-kutil ini ditemukan di daerah kemaluan dan/atau di sekitar dubur. Seperti halnya jenis IMS lainnya, infeksi ini dihubungkan dengan meningkatnya resiko infeksi HIV.
Gejala Umum : Timbul kutil pada daerah yang terinfeksi
Gejala Khusus : dalam kasus lanjut kutil ini akan bergerombol seperti jengger ayam di daerah kemaluan dan daerah anus.
Jenis Tes : Pemeriksaan jaringan dan tes darah

Herpes genetalis

Jenis IMS tidak dapat diobati

Epidemiologi : Umumnya disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Antibodi tipe 2 ini ditemukan 20-90 persen pada orang dewasa. Keluasan herpes sangat berhubungan dengan usia pertama kali bersenggama serta jumlah pasangan seks selama hidup. Infeksi pertama biasanya terjadi pada masa remaja atau segera setelah dimulainya kegiatan seks. Pengulangan infeksi adalah hal yang biasa. Melahirkan lewat vagina pada perempuan hamil dengan infeksi aktif di kemaluan (terutama yang primer), memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi yang parah pada anak yang baru dilahirkan tersebut.
Masa Tunas : 2-30 hari sesudah bersenggama
Gejala Umum : Badan lemas, nyeri sendi pada daerah terinfeksi, demam. Gejala lain yang umum adalah bintil-bintil kecil berisi cairan yang terasa sakit, di alat kelamin/dubur atau mulut.
Gejala Khusus : Bintil-bintil akan timbul selama 1-3 minggu, dan kemudian menghilang. Beberapa waktu kemudian bintil-bintil akan muncul dan hilang secara berulang. Sebelum bintil-bintil muncul alat kelamin akan terasa gatal atau panas. Pada waktu bintil-bintil tersebut muncul maka kemungkinan besar orang tersebut mengalami gejala seperti flu.

Walaupun infeksi herpes di kemaluan tidak bisa diobati, perkembangan klinisnya bisa dikurangi dengan pengobatan. Penanganan stress dan dan gizi juga telah dibuktikan sebagai hal yang penting dalam usaha mengurangi dampak herpes di kemaluan, dan kemungkinan muncul kembali.
Jenis Tes : Tes darah

HIV-AIDS

Jenis IMS tidak dapat diobati dengan masa tunas 3-11 tahun

Gejala Umum : Virus walaupun sudah ada di dalam darah tidak menunjukkan gejala sama sekali
Gejala Khusus : Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Gejala tidak terlihat walau telah terjangkit virus, bahkan alat kelamin masih terlihat sehat. HIV/AIDS ini sangat berbahaya dan mematikan, karena menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Gejala yang ditimbulkan pun sangat kompleks, yang sulit dibedakan dengan penderita kanker stadium lanjut. Namun,umumnya gejala yang ditimbulkan akibat HIV/AIDS adalah demam, keringat malam, sakit kepala, kemerahan di ketiak, paha atau leher, mencret yang terus menerus, penurunan berat badan secara cepat, batuk, dengan atau tanpa darah, dan bintik ungu kebiruan pada kulit.

Penularan HIV selama seks oral juga terjadi seperti pada penularan Hepatitis B dan C, yaitu melalui kontak dengan cairan penderita seperti semen, cairan vagina, dan darah. Resiko ini diperbesar karena adanya luka, sobekan, radang, atau ulcus pada mulut atau kerongkongan.

Berbagai sebab akibat dari hubungan seks tentu saja bermuara pada kebersihan dan kepedulian seseorang akan kesehatan alat reproduksinya. Termasuk permasalahan IMS seperti yang telah tertera di atas. Namun, dengan berkembangnya zaman dan keadaan masyarakat, bukan hanya kesehatan yang menjadi prioritas utama, tetapi juga kesetiaan terhadap pasangan.

Sehingga perlu diperhatikan juga apabila kita akan melakukan hubungan seksual, ada baiknya memeriksakan diri terlebih dahulu, atau pun mengetahui dengan betul keadaan pasangan Anda melalui diagnosis. Karena seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa beberapa jenis IMS tidak menunjukkan gejalanya. Sehingga bukan berarti orang dengan penampilan bersih dan rapi memiliki kemungkinan besar tidak memiliki IMS daripada orang dengan penampilan acak-acakan. Bukan dari penampilan penilaiannya. Namun dari kepedulian kita terhadap kesehatan kita, dan terhadap kelanjutan generasi Anda selanjutnya.

Cara penularan IMS

* Utamanya melalui hubungan seksual yang tidak aman ( tanpa kondom ) dengan pasangan yang sudah tertular, baik melalui hubungan seks vaginal, oral, maupun anal ( Anus ).
* Selain itu IMS tertentu seperti HIV-AIDS dan sifilis bisa menular melalui darah.
* HIV-AIDS dan sifilis dapat ditularkan dari ibu hamil kepada bayinya.
* HIV-AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik / tattoo.

Akibat IMS jika tidak diobati

* Kemandulan pada laki-laki maupun perempuan
* Kanker rahim pada perempuan
* Kehamilan diluar kandungan
* Infeksi menyeluruh
* Nyeri di perut bagian bawah atau infeksi saluran reproduksi ( ISR ) bagian dalam atau radang panggul
* Bayi terlahir dengan cacat bawaan, lahir terlalu dini, lahir kecil atau terifeksi IMS
* Infeksi HIV

Tindakan bila terkena IMS

* Segera ke sarana pelayanan kesehatan untuk diobati, jangan mengobati sendiri
* Ikuti saran petugas kesehatan dan habiskan semua obat yang diberikan, meskipun sakit dan gejalanya sudah hilang
* Jangan melakukan hubungan seks selama dalam pengobatan
* Ajak atau anjurkan pasangan seks untuk berobat kesarana pelayanan kesehatan

Cara pencegahan IMS

* Absen dari seks
* Tidak berhubungan seks saat jauh dari pasangannya
* Berlaku saling setia
* Hanya berhubungan seks dengan pasangan yang tetap
* Cegah infeksi dengan kondom
* Selalu pakai kondom bila berhubungan seks yang beresiko


sumber: http://www.blogsehat.com/2010/04/08/bahaya-seks-bebas/